Minggu, 30 Maret 2014

Contok Deskripsi Bahasa Indonesia

Deskripsi

Kilometer Nol, Sebuah Lambang

           Sebuah tugu di ujung Utara pulau Weah Aceh, berdiri tegak setinggi delapan meter. Landasannya, beton berteratak mirip tangga bersusun lima. Dengan panjang dan lebar sekitar enam meter. Tentu itu terletak di sebuah semak belukar di bilangan Jaboi, kotamadya Sabang. Itulah kilometer nol Indonesia. Berada di tugu itu, terasa sesuatu merayap di kalbu, perasaan keindonesiaan. Lagu patriotik Dari Sabang sampai Marauke seakan-akan tergiang-ngiang di telinga. Kita sedang menginjak setapak tanah di ujung paling Barat Nusantara.
           Lambang Garuda begitu megah bertenger di puncak tugu. Di bawah kaki Sang Garuda, ada relief yang melukiskan untaian zamrud kepulauan di Indonesia. Memang, sempat timbul tanda tanya, apakah kilometer nol ini benar menjadi ukuran pasti dimulainya bentangan jalan raya dari ujung Barat Indonesia ke Timur. Akan tetapi, berada dititik itu, slogan Sabang-Marauke tiba-tiba menjadi sangat bermakna.
           Dari titik nol kilometer ini, jalan hanya selebar 3 meter. Itupun hanya permukaan sekitar 2 meter yang kelihatan, selebihnya tertutup semak belukar. Sulit dibayangkan, jika ada kendaraan 2 arah berada di jalur itu. Jarak kilometer nol ke kota Sabang 22,5 Km. Lalu, dari Sabang terbentang lagi jarak 28 mil laut atau hampir 52 Km dan tiga jam perjalanan feri ke ujung utara Sumatra.
            Jalan menuju kilometer nol hampir tak berbicara sebagai sebuah jalan raya. Kilometer nol pun seakan-akan tak berbicara sebagai tanda kilometer di tempat lain. Bahkan pualam bertuliskan ”KM0” telah dicopot tangan-tangan jahil. Sedangkan tugu-tugu yang kesepian itu tak pernah dihiraukan sebagai tanda kilometer jalan raya. Akan tetapi, dalam keheningan belukar di Jaboi, di bawah bola-bola awan yang keperakan, di sela-sela deburan ombak, tugu itu tetap tegar sebagai sebuah lambang yang berbicara tentang kesatuan Indonesia.

Apotik

           Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja dibuka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di Farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik di kota kelahiranku.
            Apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang dikelompokkan menurut farmakologinya dan disusun alfabetis. Pandangan saya tertuju pada rak buku di pojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO.
            Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. buku ini adalah buku pertama yang kubeli saat aku kuliah dulu. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah computer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara terasa sejuk di bulan Mei yang panas ini.

Salam Semoga Bermanfaat.

Sabtu, 29 Maret 2014

Materi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sejarah Komputer

Sejarah Komputer


  • Sejarah Perkembangan Komputer Generasi Pertama (1940 – 1959)
          Pada tahun 1946 Dr John Mauchly dan Presper Eckert berhasil menciptakan ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Calculator) dan EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer). Komputer generasi pertama dengan menggunakan tabung vakum yang dalam proses pengembangannnya sebagai cikal bakal komputer terciptanya UNIVAC I (Komputer Perniagaan).

  • Sejarah Perkembangan Komputer Generasi Kedua ( 1959-1964)
          Kommputer generasi kedua pun muncul dengan menggunakan transistor dan diode untuk menggantikan penggunaan tabung vakum yang menjadikan ukuran komputer lebih kecil (mini komputer). Pada generasi kedua ini telah dikenal media penyimpanan memory magnetik dan telah digunakannya bahasa tingkat tinggi seperti Cobol & Fortran untuk berinteraksi menggantikan bahasa mesin yang sulit dipahami.

  • Sejarah Perkembangan Komputer Generasi Ketiga (1964-1990)
          Pada generasi ketiga Jenis komputer terkecil mikrokomputer telah muncul dan popular seperti Apple II, IBM PC dan Sinclair. Dari segi ukuran jauh lebih kecil karena teknologi Chip mulai digunakan untuk menggantikan transistor sebagai program logic komputer. Variannt bahasa pemrograman yang lain pun telah muncul seperti BASIC, Pascal dan PL/1.

  • Sejarah Perkembangan Komputer Generasi Keempat (Tahun 1990-an)
          Seiring dengan perkembangan teknologi chip yang dapat digunakan untuk  memproses dan menyimpan memori maka pemprosesan dapat dilakukan dengan lebih tepat,sampai jutaan bit per detik. Kemajuan teknologi chip  ini telah mengantarkan sejarah perkembangan komputer naik satu tingkat dengan terciptanya Supercomputer.

  • Sejarah Perkembangan Komputer Generasi Kelima (Tahun 2000-an)

Generasi kelima dalam sejarah komputer merupakan komputer impian masa depan di masa itu. Diharapkan bahwa komputer dapat melakukan lebih banyak unit pemprosesan yang berfungsi bersamaan untuk menyelesaikan lebih daripada satu tugas dalam satu waktu (multi function & multi tasking). Artifical intelligence / kecerdasa buatan yang sepenuhnya dikendalikan oleh sebuah komputer menjadi prioritas pada generasi ini.


Semoga Bermanfaat Salam.

Rabu, 26 Maret 2014

Materi SD (Sekolah Dasar) Bank

Bank

           Pada zaman Babylonia, Yunani Romawi awalnya bersifat trukar-menukar mata uang. Zaman Babylonia (2000 SM) bank dikenal dengan nama Temples of Babylion, zaman Yunani (500 SM)  bank dikenal dengan nama Greek Temple, perkembangan pesat dimulai sejak zaman Romawi. Jenis mata uang yang pertama kali diakui sebagai mata uang internasianal adalah mata uang Konstantinopel (Romawi).
           Perkembangan bank di Indonesia, dimulai dari zaman Belanda (Nederland Indie), pada masa itu ada tiga bank yang berperan penting adalah

  1. De Javasche Bank NV, yang kemudian dinasionalisasikan menjadi Bank Sentral di Indonesia.
  2. De algemene Volkscredietbank, pada masa Jepang diganti dengan nama Syonim Ginko dan sekarang menjadi Bank Rakyat Indonesia.
  3. De Postpaarbank, pada tahun 1950 diganti menjadi Bank Tabungan Pos, dan tahun 1968 diganti menjadi Bank Tabungan Negara.
          Perkembangan bank setelah kemerdekaan sungguh luar biasa mencapai ratusan bank pada zaman Orde Baru banyak bank yang tidak sehat, sehingga pada pergerakan reformasi sudah ratusan bank yang dilikuidasi (ditutup karena tidak mampu memenuhi kewajiban-kewajiban perbankan), yang menangani bank-bank yang tidak sehat adalah BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional).

Pengertian Bank
         Menurun UU No. 10 Tahun 1998 Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.

  • Fungsi Utama Bank
--> Sebagai penghimpun dana dari masyarakat
          Menurut UU No. 10 tahun 1998 simpanan adalah dana yang dipercayakan masyarakat pada bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

--> Sebagai penyalur dana/ pemberi kredit
         Agar uang yang disimpan di Bank tidak macet maka perlu disalurkan pada masyarakat dalam pinjaman berjangka (kredit), disisi lain untuk menjaga keseimbangan dan kesetabilan nilai rupiah melalui peredaran uang. Menurut UU No. 10 tahun 1998, kredit adalah penyediaan yang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan yang diwajibka pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

  • Fungsi Umum Bank
  1. Menerima simpanan.
  2. Memberi kredit.
  3. Tempat pertukaran uang asing.
  4. Ikut serta menjaga peredaran uang asing.
  5. Menjaga kesetabilan nilai ang.
          Asas perbankan di Indonesia dalam melaksanakan kegiatan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian.

Jenis Bank

--> Bank Sentral
         Saat ini bank sentral secara khusus yaitu dengan UU No.23 Tahun 1999. Bank sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI), menurut UU No. 23 Tahun 1999, bank sentral mempunyai status tersendiri dan tidak dapat dipersamakan dengan bentuk bank lain.
         Berdasarkan UU tersebut Bank Indonesia mempunyai tugas pokok mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, hal ini diwujudkan dalam kebijakan sebagai berikut :
  1. Menetapkan dan menjalankan kebijkan moneter.
  2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
  3. Menatur dan mengawasi bank.
--> Bank Umum
          Menurut UU No. 10 Tahun 1998, bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang kegiatanya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Dalam pengertian di atas adad dua hal yang perlu diperhatikan :
  1. Usaha serta konvensional, dalam hal ini yang dimaksud adalah usaha bank umum menerima simpanan dalam bentuk giro, deposito serta memberikan kredit dalam jangka pendek.
  2. Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum islam.
a.      Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah).
b.      Pembiayaan berdasarkan penyertaan modal (musharakat).
c.      Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah).
d.      Pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah).

      Fungsi Bank Umum
  1. Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang efisien dalam kegiatan ekonomi.
  2. Menciptakan Uang.
  3. Menghimpun dana dan menyalurkan pada masyarakat.
  4. Menawarkan jasa-jasa keuangan lainya.
--> Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
         BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Kegiatan BPR tidak boleh memberikan jasa lalu lintas pembayaran.
      Usaha BPR :
  1. Menghimpun dana dari masyarakat.
  2. Memberikan Kredit.
  3. Menyediakan pembiayaan dan menetapkan dana berdasarkan prinsip syariah.
  4. Menetapkan dana dalam bentuk sertifikat Bank Indonesia dan atau tabungan pada bak lain.
       Hal yang tidak boleh dilakukan BPR
  1. Menerima simpanan dalam bentuk giro.
  2. Ikut serta dalam lalu lintas pembayaran.
  3. Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing.
  4. Melakukan kegiatan perasuransian.
Produk Bank
  • Bank Sentral
  1. Uang kartal.
  2. Uang giral.
  3. Jasa (memberikan kredit pada bank-bank di Indonesia).
  • Bank Umum
  1. Uang giral.
  2. Jasa pinjaman.
  3. Jasa pengiriman uang.
  4. Jasa penukaran uang asing.
  5. Jasa penitipan barang.
  6. Jasa penitipan barang.
  • Bank Perkreditan Rakyat
  1. Jasa Kredit.
  2. Jasa penyimpanan uang
Tabungan
          Tabungan adalah pendapat yang tidak dikonsumsikan sekarang.
Tabungan = pendapatan – konsumsi

     Jenis-jenis Tabungan.
a.      Tabungan perseorangan.
b.      Tabungan perusahaan.
c.      Tabungan pemerintah.
d.      Tabungan masyarakat.
           Tabungan masyarakat merupakan penjumlahan tabungan perseorangan dengan tabungan perusahaan yang berasal dari laba yang tidak dibagikan.
a.       Sebagai  salah satu sumber dana pembangunan Negara.
b.      Mengurangi pinjaman luar negeri.


Semoga Bermanfaat Salam.

Selasa, 18 Maret 2014

Materi SD (Sekolah Dasar) Uang

Uang

            Menurut ensiklopedi Indonesia uang adalah segala sesatu yang biasanya digunakan dan diteria umum sebagai alat penukar atau standar pengukuran nilai.
            Berdasarkan syarat uang dan pengertian menurut ensiklopedi Indonesia, dapat disimpulkan bahwa uang adalah suatu benda yang mempunyai ciri-ciri tertentu yang dapat mempermudah pertukaran dan berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah.
            Pengertian sah di sini adalah bahwa keberadaan uang tersebut dijamin oleh pemerintah dan dilindungi oleh undang-undang negara.

    Motif Masyarakat Membutuhkan Uang
  • Motif Transaksi
          Motif transaksi, dalam memenuhi kebutuhanya manusia meerlukan uang untuk mendapat barang yang diinginkan.

  • Motif Berjaga-jaga
          Motif berjaga-jaga, bagi yang berpenghasilan lebih sebagian pendapatannya disisihkan untuk disimpan/ditabung, guna keperluan yang akan datang atau untuk keperluan yang mendesak.

  • Motif Spekulasi
          Motif spekulasi, ini terjadi karena seseorang ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar dalam situasi tertentu.

      Fungsi Uang

  • Fungsi Asli
  1. Sebagai alat tukar menukar.
  2. Sebagai alat satuan hitung.
  • Fungsi Turunan
  1. Sebagai alat pembayaran.
  2. Sebagai alat penunjuk harga.
  3. Sebagai alat penyimpan/menabung.
  4. Sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi.
  5. Sebagai alat pemindah dan pembentuk kekayaan.
  6. Sebagai alat pencipta lapangan pekerjaan.
  7. Sebagai alat standar pembayaran hutang.
  8. Sebagai komoditas perdagangan.
     Jenis Uang

  • Uang Kartal
          Uang kartal adalah uang yang beredar sehari-hari sebagai alat pembayaran yang syah dan wajib diterima oleh semua masyarakat.
          Uang kartal terdiri dari uang logam (emas, perak, alumunium) dan uang kertas.
  • Uang Giral
          Uang giral adalah uang yang berbentuk saldo rekening di bank milik nasabah, yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Cara pembayaran dapat menggunakan cek, giro, telegraphic transfer, travel chek (cek dengan perjanjian), dalam melakuakn pembayaran dengan uang giral ini seseorang boleh menolak. Syarat utama uang giral adalah seseorang harus mempunyai tabungan/simpanan di bank.

       Nilai Uang

     Ditinjau dari Pembuatan
  • Nilai Intrinsik
          Nilai intrinsik adalah nilai uang berdasarkan bahan-bahan pembuatan uang.
  • Nilai Nominal
          Nilai nominal adalah nilai yang tertera/tertuis pada setiap mata uang yang bersangkutan.

     Ditinjau dari Pengunaanya
  • Nilai Internal
          Nilai internal uang adalah kemampuan suatu uang apabila ditukarkan dengan sejumlah barang.
  • Nilai External
          Nilai eksternal uang adalah perbandingan nilai mata uang dalam negeri dengan nilai mata uang negara lain.

Fluktuasi Nilai Mata Uang

  Inflasi
           Inflansi adalah keadaan dimana nilai mata uang merosot dibandingkan dengan harga barang karena banyaknya uang yang beredar sehingga berakibat harga barang menjadi mahal.

Ciri-cirinya :
  • Harga barang naik.
  • Gaji atau upah naik.
  • Jumlah uang yang beredar bertambah.
  • Penawaran tenaga kerja melebihi permintaan/
  • Banyak terjadi pengangguran.
  • Susah mencari lapangan pekerjaan.
 Deflasi
          Deflasi yaitu merosotnya harga barang karena terjadi peningkatan nilai mata uang atau menguatnya nilai mata uang dalam negeri.

Ciri-ciri terjadi deflasi
  • Uang yang beredar sedikit/kurang.
  • Harga barang mengalami penurunan.
  • Nilai mata uang dalam negeri menguat.
 Devaluasi
          Devaluasi adalah dengan sengaja menurunkan nilai mata uang sendiri terhadap valuta asing.
 Apresiasi
          Apresiasi adalah keadaan meningkatnya nilai mata uang dalam negeri sampai pada presentase yang ditetapkan dari semula tanpa disengaja.
  Depresiasi
          Depresiasi adalah merosotnya mata uang di dalam negeri secara tidak sengaja.
 Hot Money
          Hot money adalah suatu negara terlalu banyak uang (modal) tetapi uang tersebut berada di suatu negara yang tidak produktif, maka perlu ke negara lain yang lebih menguntungkan.

 Tabel Nama Mata Uang di Dunia

Semoga Bermanfaat Salam

Minggu, 16 Maret 2014

Materi SD ( Sekolah Dasar ) Sejarah Uang

Sejarah Uang

  • Masa Sebelum Barter
          Pada zaman purba, atau pada masyarakat yang masih sangat sederhana, orang belum bisa menggunakan uang. Perdagangan dilakukan dilakukan dengan cara langsung menukarkan barang dengan barang. Cara ini bisa berlangsung selama tukar menukar masih terbatas pada beberapa jenis barang saja.

  • Masa Barter
          Pada masa ini untuk memenuhi kebutuhan, orang/kelompok orang sudah membutuhkan pihak lain/dihasilkan oleh pihak lain, karena jumlah orang sudah semakin meningkat dan bertambah, maka munculah pertukaran barang, karena pada masa ini orang belum mengenal produksi barang.
          Syarat utama terjadinya barter adalah, bahwa orang yang akan saling tukar barang, mereka saling membutuhkan.
         Kesulitan Barter :

  1. Kesulitan menemukan barang yang mendesak.
  2. Sulit Menentukan perbandingan barang yang ditukar.
  3. sulit menemukan barang yang bermacam-macam.
  • Masa Uang Barang
          Syarat utama terjadinya barter adalah, bahwa orang yang akan saling tukar barang, mereka saling membutuhkan.
  1. Barang tersebut dapat diterima dan dibutuhkan semua orang.
  2. Barang tersebut dapat ditukarkan kepada siapa saja.
  3. Mempunyai nilai tinggi.
  4. Tahan lama.
          Kesulitan uang barang :
  1. Sukar disimpan
  2. sukar dibawa kemana-mana
  3. Sukar dibagi menjadi bagian yang lebih kecil
  4. Kebanyakan uang barang tidak tahan lama.
  5. Nilai uang barang tidak tetap.
         Jenis barang yang pernah digunakan sebagai alat uang barang antara lain : kulit hewan, hewan, batu-batuan berharga, kulit pohon, logam.
  • Masa Uang
         Peradaban yang semakin maju, mengakibatkan kebutuhan yang semakin banyak dan bertambah pula, hal tersebut mendorong manusia untuk alat perantara pertukaran yang mudah, praktis, dan mempunyai nilai, maka dikembangkanlah jenis Uang.
         Suatu barang berfungsi sebagai mata uang, apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
  1. Dapat diterima oleh siapapun
  2. Tahan lama.
  3. Mudah disimpan.
  4. Mudah dibawa kemana-mana.
  5. Dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil dengan tidak mengurangi nilainya.
  6. Jumlah terbatas.
  7. Nlai uang tetap.
          Jenis barang yang paling memenuhi syarat tersebut di atas adalah logam terutama emas dan perak, karena awalnya kertas belum ditemukan, maka jenis uang logamlah yang pertama kali ada.
          Jenis uang yang pernah ada di Indonesia :
  1. Mata uang kampua (boda), berasal dari Sulawesi berwujud tenunan.
  2. Mata uang tembaga pernah beredar di banjarmasin.
  3. Mata uang krisnala terbuat dari emas dan tembaga, beredar pada masa kerajaan Jenggala.
  4. Sebelm tahun 1946 Javasche Bank yang didirikan oleh bank Sirkulasi Belanda mengeluarkan gulden.
  5. Uang jepang.
  6. Setelah tahun 1946 pernah beredar ORI (Oeang Repoeblik Indonesia) dan terakhir jenis uang Rupiah sapai saat ini.
Semoga Bermanfaat Salam.

Rabu, 12 Maret 2014

Materi Pengukuran Besaran Fisika

Pengukuran Besaran Fisika

           Peranan pengukuran dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Seorang tukang jahit pakaian mengukur panjang kain untuk dipotong sesuai dengan pola pakaian yang akan dibuat dengan menggunakan meteran pita. Penjual daging menimbang massa daging sesuai kebutuhan pembelinya dengan menggunakan timbangan duduk.
           Seorang petani tradisional mungkin melakukan pengukuran panjang dan lebar sawahnya menggunakan satuan bata, dan tentunya alat ukur yang digunakan adalah sebuah batu bata. Tetapi seorang insinyur sipil mengukur lebar jalan menggunakan alat meteran kelos untuk mendapatkan satuan meter.
           Ketika kita mengukur panjang meja dengan penggaris, misalnya didapat panjang meja 100 cm, maka panjang meja merupakan besaran, 100 merupakan hasil dari pengukuran sedangkan cm adalah satuannya.
           Beberapa aspek pengukuran yang harus diperhatikan yaitu ketepatan (akurasi), kalibrasi alat, ketelitian (presisi), dan kepekaan (sensitivitas). Dengan aspek-aspek pengukuran tersebut diharapkan mendapatkan hasil pengukuran yang akurat dan benar.
          Berikut ini akan kita bahas pengukuran besaran-besaran fisika, meliputi panjang, massa, dan waktu.

1. Pengukuran Panjang
           Alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang benda haruslah sesuai dengan ukuran benda. Sebagai contoh, untuk mengukur lebar buku kita gunakan pengaris, sedangkan untuk mengukur lebar jalan raya lebih mudah menggunakan meteran kelos.

  • Pengukuran Panjang dengan Mistar
          Penggaris atau mistar berbagai macam jenisnya, seperti penggaris yang berbentuk lurus, berbentuk segitiga yang terbuat dari plastik atau logam, mistar tukang kayu, dan penggaris berbentuk pita (meteran pita). Mistar mempunyai batas ukur sampai 1 meter, sedangkan meteran pita dapat mengukur panjang sampai 3 meter. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm.

Gambar Mistar
             Posisi mata harus melihat tegak lurus terhadap skala ketika membaca skala mistar. Hal ini untuk menghindari kesalahan pembacaan hasil pengukuran akibat beda sudut kemiringan dalam melihat atau disebut dengan kesalahan paralaks.

Gambar Membaca Skala Mistar

  • Pengukuran dengan Jangka Sorong

          Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur sampai 10 cm dengan ketelitiannya 0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur diameter cincin dan diameter bagian dalam sebuah pipa. Bagian-bagian penting jangka sorong yaitu:
1. Rahang tetap dengan skala tetap terkecil 0,1 cm.
2. Rahang geser yang dilengkapi skala nonius. Skala tetap dan nonius mempunyai selisih 1 mm.

Gambar Jangka Sorong

  • Pengukuran Panjang dengan Mikrometer Sekup
          Mikrometer sekrup memiliki ketelitian 0,01 mm atau 0,001 cm. Mikrometer sekrup dapat digunakan untuk mengukur benda yang mempunyai ukuran kecil dan tipis, seperti mengukur  ketebalan plat, diameter kawat, dan onderdil kendaraan yang berukuran kecil.
          Bagian-bagian dari mikrometer adalah rahang putar, skala utama, skala putar, dan silinder bergerigi. Skala terkecil dari skala utama bernilai 0,1 mm, sedangkan skala terkecil untuk skala putar sebesar 0,01 mm. Berikut ini gambar bagian-bagian dari mikrometer.

Gambar Mikrometer Sekrup


2. Pengukuran Massa Benda
           Timbangan digunakan untuk mengukur massa benda. Prinsip kerjanya adalah keseimbangan kedua lengan, yaitu keseimbangan antara massa benda yang diukur dengan anak timbangan yang digunakan. Dalam dunia pendidikan sering digunakan neraca O’Hauss tiga lengan atau dua lengan. Perhatikan beberapa alat ukur berat berikut ini.
           Bagian-bagian dari neraca O’Hauss tiga lengan adalah sebagai berikut:
  • Lengan depan memiliki skala 0—10 g, dengan tiap skala bernilai 1 g.
  • Lengan tengah berskala mulai 0—500 g, tiap skala sebesar 100 g.
  • Lengan belakang dengan skala bernilai 10 sampai 100 g, tiap skala 10 g.
Gambar Neraca

3. Pengukuran Besaran waktu
            Berbagai jenis alat ukur waktu misalnya: jam analog, jam digital, jam dinding, jam atom, jam matahari, dan stopwatch. Dari alat-alat tersebut, stopwatch termasuk alat ukur yang memiliki ketelitian cukup baik, yaitu sampai 0,1 s.

Gambar Alat Pengukur Waktu
2. Suhu dan Pengukuran

a. Suhu
           Ukuran derajat panas dan dingin suatu benda tersebut dinyatakan dengan besaran suhu. Jadi, suhu adalah suatu besaran untuk menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda.

b. Termometer sebagai alat ukur suhu
          Suhu termasuk besaran pokok. Alat untuk untuk mengukur besarnya suhu suatu benda adalah termometer. Termometer yang umum digunakan adalah termometer zat cair dengan pengisi pipa kapilernya adalah raksa atau alkohol. Pertimbangan dipilihnya raksa sebagai pengisi pipa kapiler termometer adalah sebagai berikut:
  • Raksa tidak membasahi dinding kaca.
  • Raksa merupakan penghantar panas yang baik.
  • Kalor jenis raksa rendah akibatnya dengan perubahan panas yang kecil cukup dapat mengubah suhunya.
  • Jangkauan ukur raksa lebar karena titik bekunya -39 ºC dan titik didihnya 357ºC.

          Pengukuran suhu yang sangat rendah biasanya menggunakan termometer alkohol. Alkohol memiliki titik beku yang sangat rendah, yaitu -114ºC. Namun demikian, termometer alkohol tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu benda yang tinggi sebab titik didihnya hanya 78ºC.
          Pada pembuatan termometer terlebih dahulu ditetapkan titik tetap atas dan titik tetap bawah. Titik tetap termometer tersebut diukur pada tekanan 1 atmosfer. Di antara kedua titik tetap tersebut dibuat skala suhu. Penetapan titik tetap bawah adalah suhu ketika es melebur dan penetapan titik tetap atas adalah suhu saat air mendidih.
         Berikut ini adalah penetapan skala pada termometer :
      1. Termometer Celcius 
          Titik tetap bawah diberi angka 0 dan titik tetap atas diberi angka 100. Diantara titik tetap bawah dan titik tetap atas dibagi 100 skala.
     2.  Termometer Reaumur
          Titik tetap bawah diberi angka 0 dan titik tetap atas diberi angka 80. Di antara titik tetap bawah dan titik tetap atas dibagi menjadi 80 skala.
     3.  Termometer Fahrenheit
          Titik tetap bawah diberi angka 32 dan titik tetap atas diberi angka 212. Suhu es yang dicampur dengan garam ditetapkan sebagai 0ºF. Di antara titik tetap bawah dan titik tetap atas  dibagi 180 skala.
     4.  Termometer Kelvin
          Pada termometer Kelvin, titik terbawah diberi angka nol. Titik ini disebut suhu mutlak, yaitu suhu terkecil yang dimiliki benda ketika energi total partikel benda tersebut nol. Kelvin menetapkan suhu es melebur dengan angka 273 dan suhu air mendidih dengan angka 373. Rentang titik tetap bawah dan titik tetap atas termometer Kelvin dibagi 100 skala.



          Perbandingan skala antara temometer Celcius, termometer Reaumur, dan termometer Fahrenheit adalah

C : R : F = 100 : 80 : 180
C : R : F = 5     : 4   : 9

Semoga Bermanfaat Salam

Sabtu, 08 Maret 2014

Materi Satuan Internasional Pengukuran

Satuan Internasional (SI)

           Dahulu orang biasa menggunakan jengkal, hasta, depa, langkah sebagai alat ukur panjang. Ternyata hasil pengukuran yang dilakukan menghasilkan data berbeda-beda yang berakibat menyulitkan dalam pengukuran, karena jengkal orang satu dengan lainnya tidak sama. Oleh karena itu, harus ditentukan dan ditetapkan satuan yang dapat berlaku secara umum. Usaha para ilmuwan melalui berbagai pertemuan membuahkan hasil sistem satuan yang berlaku di negara manapun dengan pertimbangan satuan yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

1. Satuan selalu tetap, artinya tidak mengalami perubahan karena pengaruh apapun, misalnya suhu, tekanan dan kelembaban.
2. Bersifat internasional, artinya dapat dipakai di seluruh negara.
3. Mudah ditiru bagi setiap orang yang akan menggunakannya.

          Satuan Sistem Internasional (SI) digunakan di seluruh negara dan berguna untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan perdagangan antarnegara. Kamu dapat membayangkan betapa kacaunya perdagangan apabila tidak ada satuan standar, misalnya satu kilogram dan satu meter kubik.

1. Satuan Internasional Untuk Panjang
          Hasil pengukuran besaran panjang biasanya dinyatakan dalam satuan meter, centimeter, milimeter, atau kilometer. Satuan besaran panjang dalam SI adalah meter. Pada mulanya satu meter ditetapkan sama dengan panjang sepersepuluh juta (1/10000000) dari jarak kutub utara ke khatulistiwa melalui Paris. Kemudian dibuatlah batang meter standar dari campuran Platina-Iridium. Satu meter didefinisikan sebagai jarak dua goresan pada batang ketika bersuhu 0ºC. Meter standar ini disimpan di International Bureau of Weights and Measure di Sevres, dekat Paris.
         Batang meter standar dapat berubah dan rusak karena dipengaruhi suhu, serta menimbulkan kesulitan dalam menentukan ketelitian pengukuran. Oleh karena itu, pada tahun 1960 definisi satu meter diubah. Satu meter didefinisikan sebagai jarak 1650763,72 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom gas krypton-86 dalam ruang hampa pada suatu lucutan listrik.
Pada tahun 1983, Konferensi Internasional tentang timbangan  dan ukuran memutuskan bahwa satu meter merupakan jarak yang ditempuh cahaya pada selang waktu 1/299792458 sekon. Penggunaan kecepatan cahaya ini, karena nilainya dianggap selalu konstan.

Berikut Gambar Satuan Panjang.


2. Satuan Internasional Untuk Massa
           Besaran massa dalam SI dinyatakan dalam satuan kilogram (kg). Pada mulanya para ahli mendefinisikan satu kilogram sebagai massa sebuah silinder yang terbuat dari bahan campuran Platina dan Iridium yang disimpan di Sevres, dekat Paris. Untuk mendapatkan ketelitian yang lebih baik, massa standar satu kilogram didefinisikan sebagai massa satu liter air murni pada suhu 4ºC.

Berikut Gambar Satuan Massa.


3. Satuan Internasional Untuk Waktu
          Besaran waktu dinyatakan dalam satuan detik atau sekon dalam SI. Pada awalnya satuan waktu dinyatakan atas dasar waktu rotasi bumi pada porosnya, yaitu 1 hari. Satu detik didefinisikan sebagai 1/26400 kali satu hari rata-rata. Satu hari rata-rata sama dengan 24 jam = 24 x 60 x 60 = 86400 detik. Karena satu hari matahari tidak selalu tetap dari waktu ke waktu, maka pada tahun 1956 para ahli menetapkan definisi baru. Satu detik adalah selang waktu yang diperlukan oleh atom cesium-133 untuk melakukan getaran sebanyak 9192631770 kali.

Berikut Gambar Satuan Waktu.


Awalan Satuan dan Sistem Satuan di Luar Sistem Metrik
          Di samping satuan sistem metrik, juga dikenal satuan lainnya yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya liter, inci, yard, feet, mil, ton, dan ons. Satuan-satuan tersebut dapat dikonversi atau diubah ke dalam satuan sistem metrik dengan patokan yang ditentukan. Konversi besaran panjang menggunakan acuan sebagai berikut:
  • 1 mil = 1760 yard (1 yard adalah jarak pundak sampai ujung jari tangan orang dewasa).
  • 1 yard = 3 feet (1 feet adalah jarak tumit sampai ujung jari kaki orang dewasa).
  • 1 feet = 12 inci (1 inci adalah lebar maksimal ibu jari tangan orang dewasa).
  • 1 inci = 2,54 cm.
  • 1 cm = 0,01 m
          Satuan mil, yard, feet, inci tersebut dinamakan satuan sistem Inggris. Untuk besaran massa berlaku juga sistem konversi dari satuan sehari-hari maupun sistem Inggris ke dalam sistem SI. Contohnya sebagai berikut.
  • 1 ton = 1000 kg.
  • 1 kuintal = 100 kg.
  • 1 slug = 14,59 kg.
  • 1 ons (oz) = 0,02835 kg.
  • 1 pon (lb) = 0,4536 kg.
          Satuan waktu dalam kehidupan sehari-hari dapat dikonversi ke dalam sistem SI yaitu detik atau sekon. Contohnya sebagai berikut.
  • 1 tahun = 3,156 x 10pangkat 7 detik.
  • 1 hari = 8,640 x 10 pangkat4 detik.
  • 1 jam = 3600 detik.
  • 1 menit = 60 detik.
          Di dalam sistem metrik juga dikenal sistem awalan dari sistem MKS baik ke sistem makro maupun ke sistem mikro. Perhatikan Tabel berikut ini.

Berikut adalah Tabel Satuan Sistem Metrik Besaran Panjang.
          Penelitian jagad mikro dengan konversi sistem mikro banyak berkembang dalam bidang teknolgi dewasa ini, contohnya teknologi nano yang menyelidiki jagad renik seperti sel, virus, bakteriofage, dan DNA. Adapun penelitian jagad makro menggunakan konversi sistem makro karena objek penelitiannya mencakup wilayah lain dari jagad raya, yaitu objek alam semesta di luar bumi.

Semoga Bermanfaat Salam.

Kamis, 06 Maret 2014

Bilangan Prima

Bilangan Prima
Bilangan Prima
          Bilangan prima adalah bilangan asli yang hanya mempunyai 2 faktor, yaitu 1 dan bilangan itu sendiri. Bilangan ini ada tak terhingga banyaknya.
          Sebagai contoh, 3 adalah bilangan prima, karena hanya mempunyai dua faktor, yaitu 1 dan 3. 31 juga prima, karena hanya mempunyai dua faktor, yaitu 1 dan 31. Sedangkan 8 bukan merupakan bilangan prima, tetapi komposit, karena 8 mempunyai lebih dari dua faktor, yaitu 1, 2, 4, dan 8.
          1 juga bukanlah merupakan prima, karena hanya mempunyai satu faktor, yaitu hanya 1.

1 sampai 100 bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, 37, 41, 47, 53, 59, 61, 67, 71, 73, 79, 83, 89, 97.
Perlu diingat bahwa 2 adalah satu-satunya bilangan prima yang genap.

Tambahan

Bilangan Prima 100 - 1.000
101, 103, 107, 109, 113, 127, 131, 137, 139, 149, 151, 157, 163, 167, 173, 179, 181, 191, 193, 197, 199, 211, 223, 227, 229, 233, 239, 241, 251, 257, 263.

Bilangan Prima 1.000-10.000
1009, 1013, 1019, 1021, 1031, 1033, 1039, 1049, 1051, 1061, 1063, 1069, 1087, 1091, 1093, 1097, 1103, 1109, 1117, 1123, 1129, 1151, 1153, 1163, 1171, 1181.

Bilangan Prima Terbesar
Tidak ada bil prima terbesar. Tahun 2007 ditemukan bil prima 2^23.582.657-1. Bilangan ini terdiri dari 9.808.358 digit.

Semoga Bermanfaat Salam.

Rabu, 05 Maret 2014

Materi Pengukuran

Pengukuran

           Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan.
           Misalnya, kamu melakukan kegiatan pengukuran panjang meja dengan pensil. Dalam kegiatan tersebut artinya kamu membandingkan panjang meja dengan panjang pensil. Panjang pensil yang kamu gunakan adalah sebagai satuan. Sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka disebut besaran, sedangkan pembanding dalam suatu pengukuran disebut satuan. Satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang sama atau tetap untuk semua orang disebut satuan baku, sedangkan satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang tidak sama untuk orang yang berlainan disebut satuan tidak baku.

Besaran Pokok dan Besaran Turunan
A. Besaran Pokok
              Besaran pokok adalah adalah besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu.
           
Tabel Besaran Pokok
B. Besaran Turunan
             Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diperoleh dari besaran pokok.

Tabel Besaran Turunan


Semoga Bermanfaat Salam.